Tuesday, 25 January 2011

perencanaan pendidikan

Jika saya menjadi kepala sekolah SD dengan rincian yaitu :
• Jumlah guru berjumlah 6 orang
• Peserta didik berjumlah 180 orang
• Tenaga administrasi berjumlah 3 orang
• Petugas kebersihan berjumlah 2 orang
• Lokal belajar berjumlah 6 buah
• Kantor berjumlah 3 buah, dan
• Listrik yaitu 4200 watt

Sebut saja, sekolah yang akan saya pimpin bernama SDI Tunas Mekar. Dengan melihat indikator diatas, maka saya menyimpulkan bahwa sekolah yang saya akan pimpin adalah sekolah dengan input yang sedang berkembang dan tugas saya adalah mengembangkan sekolah ini sesuai dengan visi, misi, dan sasaran agar sekolah ini dapat menciptakan dan menghasilkan output yang berhasil dan dapat diterima di masyarakat, dengan perhitungan :
1) Jumlah guru yang berjumlah 6 orang maka saya akan membagi 6 guru tersebut dengan rincian masing- masing kelas mendapatkan satu guru sebagai wali kelas, yang mana seorang guru tersebut juga mengajarkan pelajaran.
2) Peserta didik yang berjumlah 180 orang maka saya akan membagi setiap kelas dengan rincian, yaitu :
a. Kelas I berjumlah : 30 orang
b. Kelas II berjumlah : 30 orang
c. Kelas III berjumlah : 30 orang
d. Kelas IV berjumlah : 30 orang
e. Kelas V berjumlah : 30 orang
f. Kelas VI berjumlah : 30 orang
3) Tenaga administrasi yang berjumlah 3, saya akan membaginya menjadi:
a. Kabag Tata Usaha
b. Wakil Kabag Tata Usaha
c. Bendahara

4) Petugas kebersihan yang berjumlah 2 orang, saya akan merinci dan membaginya karena menurut saya dengan adanya pembagian ini, saya mengharapkan petugas kebersihan ini akan dapat lebih focus dengan tugasnya sehingga nantinya menghasilkan pekerjaan yang memuaskan,yaitu kebersihan. Dengan jumlah 2 orang tersebut, saya akan membaginya menjadi :
a. Petugas kebersihan yang bertanggung jawab menangani kebersihan ruang kelas dari mulai kelas I sampai kelas VI, dan tangga sekolah.
b. Petugas kebersihan yang bertanggung jawab menangani kebersihan ruang kantor guru, lorong sekolah, taman, lapangan.
5) Lokal Lokal belajar berjumlah 6 buah sesuai dengan jenjang tingkatan di Sekolah Dasar yaitu mulai kelas I sampai kelas VI.
6) Kantor berjumlah 3 buah, dengan rincian :
a. Ruang dewan guru dan kepala sekolah yang disatukan dalam satu ruangan akan tetapi dipisahkan dengan pembatas.
b. Ruang tata usaha
c. Perpustakaan
Sesuai dengan mata kuliah manajemen perkantoran yang telah saya pelajari, maka saya akan merubah dan menerapkan apa yang saya dapatkan dari mata kuliah tersebut sesuai dengan imajinasi saya jika saya menjadi seorang kepala sekolah, dengan menggunakan sistem tata ruang terbuka dengan alasan yaitu :
1) Karena keterbatasan lahan
2) Adanya pengawasan yang dapat dilihat ketika para guru bekerja
3) Komunikasi dan arus kerja lancar

SD Tunas Bangsa menggunakan penataan ruang kantornya sebagai berikut:
 Meja-meja disusun menurut garis lurus dan menghadap ke jurusan yang sama.
 Pada tata ruang yang terbuka susunan meja-meja itu dapat terdiri atas beberapa baris.
 Diantara baris-baris meja disediakan lorong-lorong untuk keperluan lalu lintas guru yang biasanya berjarak 120 cm.
 Jarak antara satu meja dengan meja yang dimuka / dibelakng selebar 80 cm.
 Kepala sekolah ditempatkan dibelakang para pegawainya.
7) Listrik yaitu 4200 watt
Saya akan menggunakan model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dengan melibatkan semua warga sekolah ( guru, siswa, kepala sekolah, orangtua siswa, dan masyarakat ) untuk memenuhi kebutuhan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan mutu sekolah dalam kerangka pendidikan nasional.
Dengan otonomi yang lebih besar dalam mengelola sekolah, maka sekolah memiliki kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sekolah sehingga sekolah lebih mandiri.Dengan kemandirian, sekolah lebih berdaya dalam mengembangkan program- program yang ada dan tentu saja, lebih sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki.
Demikian pula, pengambilan keputusan secara partisipatif dengan melibatkan semua warga sekolah ( guru, siswa, kepala sekolah, orangtua siswa, dan masyarakat ), maka rasa memiliki akan meningkat. Peningkatan rasa memiliki akan meningkatkan rasa tanggung jawab, dan peningkatan rasa tanggung jawab akan meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap sekolah.

A. BERDASARKAN ANALISIS SWOT YANG DIHADAPI DAN KEADAAN YANG DIINGINKAN PADA TAHUN 2010
 Analisis SWOT
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing- masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik faktor yang internal maupun yang eksternal.Tingkat kesiapan harus memadai , artinya minimal memenuhi ukuran kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran, yang dinyatakan sebagai kekuatan, bagi faktor yang tergolong internal; peluang bagi faktor yang tergolong eksternal. Sedangkan kesiapan yang kurang memadai, artinya tidak memenuhi ukuran kesiapan dinyatakan bermakna : kelemahan , bagi faktor yang tergolong internal; dan ancaman bagi faktor yang tegolong eksternal.
Maka saya merinci tingkat kesiapan dari setiap fungsi itu melalui analisis SWOT sebagai berikut :
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan
Siap Tidak
A. Fungsi Proses Belajar Mengajar ( PBM )
1. Faktor Internal
a. Pemberdayaan Siswa



a. Keragaman Metode Mengajar

b. Perilaku Siswa

a. Guru mampu memperdayakan siswa


b. Bervariasi

c. Disiplin dan tertib di dalam kelas

a. Guru cukup mampu memperdayakan siswa

b. Tidak banyak variasi

c. Kurang disiplin dan kurang tertib





V


V


V

Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan
Siap Tidak
2. Faktor Eksternal
a. Kesiapan Siswa menerima pelajaran


b. Dukungan orangtua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa

c. Lingkungan sosial sekolah


d. Lingkungan fisik sosial

a. Siswa siap menerima pelajaran


b. Tinggi


c. Kondusif


d. Nyaman dan tenang

a. Umumnya kurang siap menerima pelajaran


b. Tinggi

c. Kurang kondusif



d. Nyaman dan tenang








V



V





V




V



Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan
Siap Tidak
B. Fungsi Pendukung PBM : Ketenagaan
1. Faktor Internal
a. Jumlah guru

b. Kualifikasi guru


c. Kesesuaian bidang studi dengan mata pelajaran guru
d. Jumlah beban mengajar guru


a. Memadai

b. Pendidikan guru minimal S1

c. 100 % sesuai


d. Rata – rata 20 JP


a. Guru tidak memadai

b. 90 % guru tamat S1

c. 70 % sesuai


d. Rata- rata 22 JP

V


V




V







V









Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan
Siap Tidak
2. Faktor Eksternal
a. Pengalaman mengajar guru


b. Kesiapan mengajar guru

c. Fasilitas pengembangan diri
a. Rata- rata pengalaman mengajar > 5 tahun

b. Memadai

c. Tersedia
a. Rata- rata pengalaman mengajar > 5 tahun

b. Memadai

c. Tersedia

V




V

V


















Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan
Siap Tidak
C. Fungsi Pendukung PBM : Sarana Prasarana
1. Faktor Internal
a. Buku setiap mata pelajaran

b. Jumlah buku penunjang


c. Jumlah rak lemari dan rak buku
d. Ruang perpustakaan

e. Pengelolaan perpustakaan
f. Dana pengembangan perpustakaan


a. Cukup dan lengkap

b. Cukup dan lengkap


c. Cukup

d. Luas, bersih, dan rapi

e. Ada dan mampu
f. Tersedia dan cukup


a. Cukup dan lengkap

b. Cukup dan lengkap


c. Cukup

d. Luas, bersih, dan rapi

e. Ada dan mampu
f. Tersedia dan cukup


V


V





V



V








V




Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan
Siap Tidak
2. Faktor Eksternal
a. Kesiapan dengan perpustakaan lain yang lengkap
e. Kesesuaian buku penunjang dengan potensi daerah dan perkembangan IPTEK

f. Dukungan orangtua dalam melengkapi perpustakaan
a. Mendukung

b. Tingkat kesesuaian tinggi


c. Ada kerjasama


V









V



V



Alternatif Langkah- Langkah Pemecahan Masalah
Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan, maka selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman yang terdapat pada tabel diatas, dilakukan beberapa langkah sebagai alternatif untuk memecahkan persoalan, sebagai berikut:

a. Pengaktifan kegiatan sekolah
Berdasarkan pada hasil analisis, disebutkan bahwa jumlah guru cukup memadai, tetapi suasana belajar belum cukup kondusif akibat metode mengajar guru yang kurang bervariasi. Melalui manajemen sekolah diharapkan persoalan dapat diatasi, termasuk bagaimana mensiasati kurikulum yang padat dan mencari alternatif pembelajaran yang tepat serta menemukan berbagai variasi metode dalam mengajarkan setiap mata pelajaran yang diajarkan.
Kegiatan ini dibawah koordinasi wakil kepala sekolah dan untuk setiap mata pelajaran dipimpin oleh guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Minimal bertemu satu kali perminggu guna menyusun strategi pengajaran dam mengatasi masalah yang muncul. Disamping itu , sekolah dapat mengundang ahli dari luar, baik ahli subtansi mata pelajaran unuk membantu guru dalam memahami materi yang masih dianggap sulit atau membantu memecahkan masalah yang muncul dikelas, maupun berbagai metode pengajaran untuk menemukan cara yang paling sesuai dalam memberikan materi mata pelajaran tertentu.
Sekolah juga menyusun dan mengevaluasi perkembangan kemajuan belajar ssekolah. Evaluasi kemajuan dilakukan secara berkala dan hasilnya digunakan untuk menyempurnakan rencana berikutnya. Kegiatan manajemen sekolah yang dilakukan dengan intensif, dapat dijadikan sebagai wahana pengembangan diri guru untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru serta menambah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang yang diajarkan.
b. Peningkatkan disiplin siswa
Berdasarkan hasil analisis dinyatakan bahwa disiplin siswa sangat rendah, baik dalam mengikuti aturan dan tata tertib sekolah, maupun dalam mengikuti pelajaran dan mengakibatkan lingkungan sosial sekolah menjadi kurang kondusif. Diperlukan adanya peningkatan disiplin siswa untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih kondusif dan dapat memotivasi siswa dalam belajar.
Sekolah membuat aturan-aturan yang harus ditaati, khususnya oleh siswa dan warga sekolah lainnya, termasuk guru, karyawan dan kepala sekolah . Aturan tersebut dapat melipti tata tertib waktu masuk dan pulang sekolah , kehadiran di sekolah dan di kelas serta mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung , dan tata tertib sekolah lainnya . Dengan meningkatnya disiplin siswa , diharapkan dapat meningkatkan efektifitas jam belajar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan meningkatkan iklim belajar yang lebih kondusif untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik.
c. Pembentukan kelompok diskusi terbimbing
Kelompok diskusi terbimbing ini terbentuk untuk mengatasi siswa yang kurang persiapan untuk belajar di sekolah, Kegiatan ini, minimal 1 kali per minggu untuk setiap mata pelajaran di luar jam belajar sekolah. Pembentukan kelompok dilakukan oleh siswa dan dibimbing oleh guru. Dalam setiap kegiatan diskusi dapat dihadirkan nara sumber yang berasal dari guru, alumni , atau oraang lain yang di anggap ahli dalam mata pelajaran yang berkaitan dan bertempat tinggal di sekitar kelompok tersebut berada.
Adanya dukungan orangtua dalam meningkatkan motivasi belajar, memberikan peluang dan kesempatan melaksanakan kegiatan kelompok diskusi, yatu setiap kali pertemuan dapat menggunakan rumah anggota kelompok secara bergiliran. Setiap kelompok diskusi menunjuk pemimpin kelompok dan guru pembimbingnya.
Untuk keperluan pengembangan materi pada manajemen sekolah. Setiap guru pembimbing dapat menyampaikan hasil diskusi kelompok, sehingga terjadi saling tukar pengalaman dan saling membantu jika terjadi kesulitan , Kelompok diskusi terbimbing ini sebaiknya melibatkan guru BK, khususnya untuk meningkatkan motivasi siswa serta membimbing siswa untuk menghindari pengaruh pergaulan yang negatif.
d. Peningkatkan layanan perpustakaan dan pengadaan buku
Dari hasil analisis, ternyata sekolah masih memerlukan buku-buku bacaan wajib maupun penunjang untuk mendukung kegiatan belajar siswa. Pengadaan buku pustaka diarahkan untuk mendukung kegiatan guru mengajar, termasuk kegiatan MGMP sekolah dan mendukung kegiatan guru, pegangan guru dari sumber yang relavan. Sedangkan untuk mendukung belajar siswa, diadakan buku-buku yang diperlukan siswa untuk pendalaman materi UAN. Pengadaan buku-buku dimulai dari mengidentifikasi buku- buku yang dibutuhkan siswa oleh guru, dan mencatat buku- buku yang tidak ada .
Secara garis besar analisis lingkungan strategis SDI Tunas Mekar dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Kemampuan akademik peserta didik (input) memiliki standar akademik yang kurang baik
2) Status sosial ekonomi orang tuanya cukup mendukung
3) Pendidikan orang tuanya mulai SMa- S1
4) lingkungannya kurang kondusif karena berada dalam kompleks lingkungan yang dekat jalan
5) Tenaga pendidik dengan kualifikasi standar, yaitu berpendidikan S1 bahkan S2
6) tenaga kependidikan yang standar, yaitu minimal berpendidikan SMA atau sederajat;
7) MBS dilaksanakan secara profesional sejak tahun 2004
8) Memiliki sarana dan prasarana yang standar dan lengkap
9) Serta memiliki out-put lulusan yang dapat diterima pada jenjang pendidikan negeri dan ternama.
 Analisis Kondisi Pendidikan Masa Datang (5 Tahun Ke Depan)/ Keadaan Yang Dinginkan Pada Tahun 2011
Analisis Kondisi Pendidikan di Sekolah ini dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang, adalah sebagai berikut :

1. Pemerataan kesempatan
Dalam upaya pemerataan kesempatan belajar, diharapkan hal-hal berikut ini:
• Terjadinya kerjasanma yang produktif dan menguntungkan dengan pihak–pihak penyandang dana baik secara rutin, berkala maupun berkepanjangan
b. Terselanggaranya penggalangan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan komite sekolah di berbgai bidang secara optimal.
• Semua peserta didik yang berprestasi mendapat kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan di SDI Tunas Mekar 2,5 tahun.
• Terjadinya kerja sama yang efektif dan efisien dengan para Alumni dalam menciptakan harmonisasi hubungan dalam upaya penggalangan dana.
2. Kualitas dan Relevansi
Dalam upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, diharapkan hal-hal berikut ini:
• Terwujudnya kondisi input peserta didik dengan Nilai Ujian Nasional ke SMP yang tinggi melalui sistem seleksi yang akuntable.
• Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kompetensi, kualifikasi dan sertifikasi yang sesuai dengan bidangnya.
• Seluruh ruangan belajar didesain menjadi bernuansa mata pelajaran (ruangan belajar matematika, ruangan belajar, fisik, ruangan belajar biologi, ruangan belajar geografi, ruangan belajar ekonomi, ruangan belajar IPS).
• Terdapat peningkatan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran (Perpustakaan, Laboratorium Matematika, Laboratorium IPS, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa, Ruangan Belajar dilengkapi LCD dan IT ) sesuai dengan kemajuan teknologi dan era globalisasi.
• Tercapainya kondisi rasio guru dengan siswa dan beban mengajar guru yang ideal dan stabil dari tahun ke tahun melalui rekrutmen guru baru di saat ada guru atau TU yang pensiun.
• Terciptanya kondisi pembelajaran yang kondusif, aman, nyaman, menyenangkan dan menantang.
• Pelaksanan kurikulum yang berbasis kompetensi sesuai dengan standar nasional pendidikan (SNP)
• Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap, baik kalender pendidikan, pemetaan SK/KD, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan sebagainya yang dibutuhkan oleh tenaga guru.
• Terinovasinya pengelolan kelas dan pembelajaran, baik oleh guru mata pelajaran maupun wali kelas.
• Terlaksananya strategi pembelajaran dengan model dan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada semua mata pelajaran dan jenjang kelas.
• Tersiapkannya perangkat penilaian yang beragam dari semua mata pelajaran, untuk semua jenjang kelas.
• Teroperasionalkannya berbagai model penilaian, baik penilaian proses, blok, porto folio, remedial dan pengayaan, akhir semester maupun akhir satuan pendidikan.
• Terdokumentasikannya bank soal dari semua mata pelajaran, untuk semua jenjang kelas.
• Terselenggarakannya berbagai macam lomba, uji coba, olimpiade, dan sebagainya untuk meningkatkan prestasi peserta didik.
• Meningkatnya prestasi akademik maupun non akademik pada tiap tahunnya.
• Tersedianya jaringan internet untuk peserta didik dan penambahan jaringan komputernya dari tahun ke tahun.
• Terciptanya usaha – usaha sekolah untuk meningkatkan income generating activities, melalui pemberdayaan sarana sekolah, maupun menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak pengusaha.
• Terkelolanya unit – unit produksi / usaha – usaha kecil disekolah melalui optimalisasi fungsi Koperasi sekolah, Kantin sekolah, Wartel sekolah dengan melibatkan para siswa untuk memanfaatkan fasilitas secara optimal.
• Teroperasionalkannya kurikulum berbasis kecakapan hidup satuan pendidikan berbasis kompetensi melalui pembiasaan dan program pengembangan diri.
3. Efisiensi.
Dalam upaya peningkatan efisiensi pendidikan, diharapkan hal-hal berikut ini:
• Terwujudnya kondisi prosentase angka putus sekolah yang selalu nol persen (0%).
• Terwujudnya kondisi prosentasi angka tinggal kelas selalu nol persen (0%)
• Terwujudnya kesadaran, melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan perguruan sewasta hingga mencapai 100 %
• Tercapainya kondisi rasio yang ideal antara input dengan output siswa yang signifikan.
• Tercapainya kondisi rasio yang ideal antara kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dan kehadiran guru-guru dalam proses pembelajaran.
• Good Governance dan Pencitraan publik. Dalam upaya mewujudkan good governance dan pencitraan publik, diharapkan hal-hal berikut ini:
a. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi program sekolah dalam perencanaan, implementasi, evaluasi dan tindaklanjut program.
b. Meningkatkan kapasitas institusi dan pelaksanaan program sekolah.
c. Mengedepankan pengelolaan pendidikan yang berpihak pada masyarakat.
d. Meningkatkan mutu manajemen dan data informasi pendidikan
e. Meningkatkan mutu pendidikan melalui program tahunan yang komperhensip dan terarah.
f. Meningkatkan efisiensi manajemen pendayagunaan sumberdaya pendidikan dan pengupayaan agar tenaga pendidikan dan kependidikan dapat melaksanakan tugas secara efektif dan efisien.
4. Kapasitas.
Dalam upaya peningkatan kapasitas pendidikan, diharapkan hal-hal berikut ini :
• Terdokumentasikannya pengembangan dan pendayagunaan sumberdaya manusia ( SDM ) sekolah dengan cara membuat uraian tugas pokok dan fungsi sebagai pedoman dalam melaksankan tugas-tugasnya.
• Terlaksannya kepemimpinan kapala sekolah yang bercirikan sebagai pemimpin (leader) yang transparantif dan profesional.
• Terciptanya jaringan kerja yang efisien dan efektif, baik secara vertikal maupun horisontal.
• Terlaksannya berbagai model pengembangan manajemen sekolah.
• Terdokumentasikannya berbagai laporan ke berbagai pihak, baik yang menyangkut bidang akademik maupun non akademik secara baik dan benar.
• Terdokumentasikannya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS), baik lima tahunan maupun satu tahunan.
• Tersedianya struktur keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan, beserta uraian tugas pokok dan fungsinya sebagai pedoman kerja.
• Terlaksananya pembelajaran yang efisien dan efektif dengan dibuktikan oleh prestasi yang optimal dari kerja keras para guru dan para peserta didiknya.
• Terselenggarakannya Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap kinerja sekolah pada umumnya untuk setiap 4 bulan sekali atau setiap bulan dalam setahunnya.
• Terselenggarakannya Monitoring dan evluasi terhadap guru dan karyawan pada setiap tahunnya minimal 2 kali .
• Terselenggarakannya supervisi klinis khususnya terhadap guru yang mengalami kesulitan.
• Terimplementasikannya Manajemen Berbasis Sekolah yang otonom, partisipatif, transparan, dan akuntable baik dalam perencanaan, pelaksanan, Monitoring, evaluasi, dan pelaporan dari semua program.
B. VISI, MISI, PROGRAM , SASARAN YANG INGIN DICAPAI PADA TAHUN 2011
VISI SEKOLAH
Visi : “ Menjadikan Sekolah Dasar Islam Tunas Mekar memiliki keunggulan kompetitif dibidang Imtaq dan Iptek yang berwawasan global”
Visi ini ditentukan dengan tujuan untuk jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini mewadahi seluruh kepentingan warga sekolah untuk mewujudkannya cita-cita yang harus dicapai warga sekolah, orang tua siswa dan masyarakat.


Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang:
prilaku sesuai dengan norma Islam dalam pergaulan atau dalam kehidupan sehari-hari.
 berorientasi ke perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 ingin mencapai kemajuan dan keunggulan yang kompetitif
 membangun semangat dan komitmen seluruh warga sekolah
 mendorong adanya perubahan yang lebih baik
 menentukan langkah-langkah strategis sekolah
Adapun indikator untuk mencapai visi tersebut adalah sebagai berikut:
1) Ungggul dalam pengembangan IMTAQUnggul dalam pengembangan kurikulum
2) Ungggul dalam proses pembelajaran
3) Ungggul dalam pelayanan individual
4) Ungggul dalam sarana prasarana pendidikan
5) Ungggul dalam media pembelajaran
6) Ungggul dalam SDM pendidikan
7) Ungggul dalam kelembagaan sekolah
8) Ungggul dalam manajemen sekolah
9) Ungggul dalam penggalangan pembiayaan pendidikan
10) Ungggul dalam prestasi akademik
11) Ungggul dalam prestasi non-akademik, dan

Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang, menegah dan pendek dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas.
Misi :SDI Tunas Mekar , memiliki misi sebagai berikut:
1) Mengintegrasikan seluruh materi pembelajaran dengan Ayat-ayat Alquran dan Alhadits guna membina prilaku ke-Islaman dalam kehidupan sehari-hari;
2) Melaksanakan kurikulum berdiferensiasi yang beroriantasi kepada kompetensi setiap peserta didik (student Centre);
3) Mendesain seluruh proses pembelajaran berbasis pada teknologi, IT dan ICT;
4) Melaksanakan kurikulum khusus penuntasan belajar melalui program matrikulasi, pengayaan materi pembelajaran dan klinik pembelajaran bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar;
5) Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, kami selalu menumbuhkan disiplin sesuai aturan bidang kerja masing-masing, saling menghormati dan saling percaya serta tetap menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan berdasarkan pelayanan prima, kerjasama, dan shilaturrahim. Penjabaran misi di atas meliputi:
 Melaksanakan proses pembelajaran yang mengterintegrasikan Alquran & Alhadits dengan seluruh materi pembelajaran dengan tujuan membentuk kepribadian peserta didik dengan nilai-nilai ke-Islaman;
 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan peserta didik dan dibimbing oleh guru (satu guru satu kelompok) sehingga setiap peserta didik berkembang secara optimal, sesuai dengan bakat dan potensi yang dimiliki;
 Mendesain seluruh proses pembelajaran berbasis kepada teknologi yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan mendesain kelas bernuansa mata pelajaran yang ditunjang dengan IT/ICT;
 Menganalisis kemampuan peserta didik sebelum proses pembelajaran dimulai, jika peserta didik belum dapat mengikuti proses pembelajaran berdasarkan standar isi, peserta didik wajib mengikuti program matrikulasi, pengayaan materi dan klinik penuntasan pembelajaran;

TUJUAN SEKOLAH DALAM 4 TAHUN
Tujuan SD Tunas Mekar dalam 5 tahun ke depan (tahun pelajaran 2010/2011 s.d. 2015/2016) adalah :
 Menghasilkan pencapaian standar kompetensi kelulusan meliputi: pengembangan program SKL, perluasan dan pendalaman cakupan SKL nasional, dan dokumen SKL yang lengkap.
 Menghasilkan pencapaian standar isi (kurikulum) meliputi: program-program pengembangan kurikulum nasional, penyusunan SK, KD, Silabus, RPP, dan Indikator – indikatornya.
 Menghasilkan pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: model atau metode pembelajaran dan strategi pembelajaran berbasis ICT serta proses pembelajaran inovatif dan bermakna.
 Menghasilkan pencapaian standar pendidik dan kependidikan meliputi: SDM yang kompeten dan berkualifikasi pendidik serta jumlahnya yang sesuai tuntutan.
 Menghasilkan pencapaian standar sarana dan prasarana meliputi: pengembangan fasilitas sekolah berstandar nasional, terpenuhinya fasilitas pokok dan fasilitas pendukung berstandar nasional
 Menghasilkan pencapaian standar pengelolaan meliputi: model-model manajemen sesuai MBS.
 Menghasilkan pencapaian standar pembiayaan meliputi: sumber-sumber pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dan penggalangan dana berstandar nasional per-anak per-tahun.
 Menghasilkan pencapaian standar penilaian meliputi: standar penilaian dalam berbagai bidang pelajaran, model penilaian sesuai tuntutan kurikulum dan dokumen penilaian berstandar nasional.
PROGRAM STRATEGIS
Program strategis SD Tunas Mekar dalam 5 tahun ke depan (tahun pelajaran 2006/2007 s.d. 2011/201) adalah :
1) Peningkatan dan pengembangan standar kompetensi kelulusan meliputi: pengembangan program SKL, perluasan dan pendalaman cakupan SKL nasional, perluasan dan pendalaman cakupan diterima di SMP Negeri 10 % setiap tahun;
2) Mengembangkan kurikulum (standar isi) berdiferensiasi yang beroriantasi kepada kompetensi setiap peserta didik (student Centre), peserta didik yang mempunyai kemampuan kognetif kurang cepat dibimbing sampai mencapai standar isi dan peserta didik yang mempunyai kemampuan kognetif lebih cepat diberikan akselarasi pebelajaran dengan harapan lulusan sekolah dapat bersaing dengan SD- SD terbaik di Indonesia;
3) Mengembangkan kemampuan akademik setiap peserta didik melalui desain-desai proses pembelajaran berbasis pada teknologi, dan mendesain program pengembangan pembelajaran melalui media IT(teknologi komputer) dan dan internet (ICT);
4) Peningkatan dan pengembangan standar pendidik dan kependidikan meliputi: SDM yang kompeten dan berkualifikasi pendidik serta jumlahnya yang sesuai standar.
5) Peningkatan dan pengembangan standar sarana dan prasarana meliputi: pengembangan fasilitas sekolah berstandar nasional, terpenuhinya fasilitas pokok dan fasilitas pendukung berstandar nasional.
6) Peningkatan dan pengembangan standar pengelolaan meliputi: model-model manajemen sesuai MBS.
7) Peningkatan dan pengembangan standar pembiayaan meliputi: sumber-sumber pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dan penggalangan dana berstandar nasional per-anak per-tahun.
8) Peningkatan dan pengembangan standar penilaian meliputi: standar penilaian dalam berbagai bidang pelajaran, model penilaian sesuai tuntutan.
C. KEGIATAN DAN BIAYA YANG DIPERLUKAN
1. PROGRAM SEKOLAH
- Kesiswaan
• Ekstra kurikuler dan pengembangan diri Rp 5.000.000
• Pengembangan bakat dan minat siswa Rp 500.000
- Kuriulukum dan Pembelajaran
• Penyusunan KTSP Rp 500.000
• Pengembangan evaluasi Rp 200.000
• Evaluasi pembelajaran Rp 10.240.000
- Pendidik dan tenaga pendidik
• Pengembangan bahan ajar Rp 2. 500.000
- Sarana dan prasarana
• Pengadaan buku koleksi perpustakaan Rp 500.000
• Perawatan sarana prasrana Rp 1.000.000
2. NON PROGRAM SEKOLAH
- Gaji guru , pendidik, dan karyawan Rp 21. 360.000
- Alat tulis kantor Rp 2.500.000
- Alat habis pakai Rp 1.500.000
- Bahan habis pakai Rp 1.500.000
- Langganan daya dan jasa Rp 2.000.000
- Konsumsi harian Rp 2.400.000
- Transportasi perjalanan dinas Rp 500.000
- Biaya rapat Rp 500.000

JUMLAH Rp 52. 900.000
3. Pendapatan
- Bantuan Operasional Sekolah Rp 52.900.000
- Infaq Rp 3.000.000
- UNAS Rp 11.200.000
- PMB Rp 5.000.000

JUMLAH RP 72.100.000
SALDO RP 19.200.000

No comments:

Post a Comment

Post a Comment